Rabu, 16 Oktober 2013

PERBANDINGAN PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN



PERBANDINGAN PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN

Ideologi Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskertapañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.
Ideologi pancasila di Indonesia memiliki 5 sila, dan maknanya masing-masing. Yakni:
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
1.                 Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2.                 Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3.                 Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4.                 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
5.                 Menolak kepercayaan atheisme di Indonesia.
B. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
1.                 Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2.                 Saling mencintai sesama manusia.
3.                 Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4.                 Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5.                 Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6.                 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7.                 Berani membela kebenaran dan keadilan.
8.                 Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
C. SILA PERSATUAN INDONESIA
1.                 Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2.                 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3.                 Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4.                 Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
5.                 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
D. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
1.                 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2.                 Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.                 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4.                 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5.                 Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6.                 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7.                 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
E. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
1.                 Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2.                 Bersikap adil.
3.                 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4.                 Menghormati hak-hak orang lain.
5.                 Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6.                 Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7.                 Tidak bersifat boros.
8.                 Tidak bergaya hidup mewah.
9.                 Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10.             Suka bekerja keras.
11.             Menghargai hasil karya orang lain.
12.             Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila.

Ideologi Liberal

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama atau kalau kata guru PKn saya (Pak Mustakim) ideologi Liberalisme adalah sebuah ideologi yang mengutamakan kepentingan individu dan mengenyampingkan kepentingan negara. Ideologi ini sangat berbeda dengan ideologi komunis karena pengertiannya saja sudah beda. Berdasarkan kata guru PKn (Pak Mustakim), pengertian dari ideologi komunisme adalah sebuah ideologi yang mengutamakan kepentingan negara dan mengenyampingkan kepentingan individu. Sangat berbeda sekali dengan ideologi Liberalisme.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya .
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan OxfordManifesto dari Liberal Internasional: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas.
Pandangan-pandangan liberalisme dengan paham agama seringkali berbenturan karena liberalisme menghendaki penisbian dari semua tata nilai, bahkan dari agama sekalipun. meski dalam prakteknya berbeda-beda di setiap negara, tetapi secara umum liberalisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap potensi akal manusia.

Contoh negara liberal adalah seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Italia, dan Prancis.

Ideologi Komunis
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
negara komunis adalah nehara yang menggunakan idiologi bahwa setiap warga negaranya mempunyai darajat yang sama satu sama lain. Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis di seluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan Josias harus dimulai dari peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati.


IdeologiSosialisme
Sosialisme merupakan ideologi yang lebih mengedepankan persamaan / pemerataan derajat antar masyarakatnya. Ideologi Sosialisme berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri – sendiri. Kerja sama atau gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih baik.
Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas dengan hak-hak, yang sama. Tujuannya ialah mengorganisir buruh dan menjamin pembagian merata hasil-hasil yang dicapai, memberikan ketenteraman dan kesempatan bagi semua orang. 
Ideologi Fasisme
kata fasisme berasal darikata fasio yang berarti kelompok. Dalam negara fasisme, kontrol pemerintahan bersifat terpusat dan tidak mengenal oposisi, serta munculnya nasionalisme yang berlebihan. Tujuan negara dalam sistem pemerintahan  fasisme adalah membentuk imperium dunia, yaitu mempersatukan seluruh bangsa di dunia menjadi satu kekuatan di bawah satu kepemimpinan.
Contoh negara fasis adalah Italia semasa benito mussolini, Jerman semasa Adolf Hitler, dan Jepang semasaa Teno Heikko ( semasa Perang dunia II)


PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN menurut aspek-aspeknya.

ASPEK POLITIK HUKUM :

AGAMA
-  Teokrasi
-   Kitab Suci sebagai dasar hukum
-  Pemaksaan agama penguasa terhadap individu

LIBERALISME
-  Demokrasi liberal
-  Hukum untuk melindungi individu
-Dalam politik mementingkan individu



KOMUNISME
-  Demokrasi rakyat
-   Berkuasa mutlak satu parpol
- Hukum untuk melanggeng kan komunis

SOSIALISME
-  Demok rasi untuk kolektivitas
-  Diutamakan kebersamaan
-  Masyarakat sama dengan Negara
-  Tidak setuju dengan demokrasi
FASISME
-  Kekuasaan ada ditangan pemimpin yang dijalankan dengan militerisme
-  Hukum untuk melindungi pemimpin/kekuasaan

PANCASILA
- Demokrasi pancasila
-  Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaan individu dan masyarakat

ASPEK EKONOMI

AGAMA
-  Tergantung pada pertanian/perdagangan yang ditentukan oleh alam dan keadaan alam ditentukan oleh Tuhan

LIBERALISME
- Peran Negara kecil
- Swasta mendominasi
- Kapitalisme
- Monopolisme
-   Persaingan bebas

KOMUNISME
- Peran Negara dominan
-   Demi kolektivitas berarti demi Negara
-  Monopoli Negara

SOSIALISME
-  Peran Negara ada untuk pemerataan
- Keadilan distributi yang diutamakan

FASISME
-  Peran Negara kecil
-  Kapitalisme
-  Monopolisme

PANCASILA
-  Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli dll yang merugikan rakyat

ASPEK AGAMA

AGAMA
-   Setiap individu harus ber agama dan menjalan kan ibadah agama kepada Tuhannya karena Tuhan adalah tempat berganTung Semua makhluk

LIBERALISME
-   Agama urusan pribadi
-  Bebas beragama (bebas memilih agama dan bebas tidak beragama)
KOMUNISME
- Agama candu masyarakat
-  Agama harus dijauhkan dari masyarakat
-  Atheis

SOSIALISME
-  Agama harus mendorong berkembang nya kebersamaan
-  Diutamakan kebersamaan
-  Masyarakat sama dengan negara

FASISME
-  Agama candu masyarakat
-  Agama harus dijauhkan dari masyarakat
- Atheis

PANCASILA
-  Bebas memilih salah satu agama
-   Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyara kat, berbangsa dan bernegara

PANDANGAN TERHADAP INDIVIDU DAN MASYARAKAT

AGAMA
-    Kemulia an individu dan masyara kat dinilai dari tingkat keimanannya dimata Tuhan sebagai mana diamanah kan lewat kitab-Nya

LIBERALISME
-   Individu lebih penting dari pada masyara kat

KOMUNISME
-   Masyarakat di abdikan untuk individu
-   Individu tidak penting dan masyarakat tidak penting

SOSIALISME
-  Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting
-   Masyarakat lebih penting dari pada individu
-   Individu tidak penting

FASISME
-  Masyarakat tidak penting
-  Sosial budaya ditentukan oleh propaganda penguasa sehingga daya kritis masyarakat menjadi mundur

PANCASILA
-   Individu diakui keberadaan nya
-   Hubungan individu dan masyarakat dilandasi 3S (selaras, seimbang, serasi)
-   Masyarakat ada karena ada individu-individu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar