Rabu, 16 Oktober 2013

MAKALAH PENCEMARAN UDARA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Udara merupakan faktor yang sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan,Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi.
Akhir-akhir ini kualitas udara disekitar kita semakin buruk ini terlihat dari berbagai macam penyakit infeksi saluran pernafasan atas yang banyak diderita oleh sebagian besar masyarakat terlebih di daerah perkotaan. Hal ini disebabkan banyak faktor terutama polutan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan makin kurangnya lahan terbuka hijau di daerah perkotaan,bukan hanya itu bahkan di daerah pedesaaan yang dikenal dengan udaranya yang sejuk mulai ditemukan berbagai macam bentuk pencemaran udara diantaranya adalah usaha pembukaan lahan dengan cara membakar hutan dan lahan gambut masalah ini berdampak sampai ke kota-kota besar bahkan negara tetangga.
Berbagai macam bentuk pencemaran udara  tentunya sangat mengkhawatirkan karena mengingat udara sangat diperlukan untuk berlangsungnya kehidupan,kualitas udara yang baik akan berpengaruh baik pula bagi kehidupan kitabegitupun sebaliknya, sudah sewajarnya kita umat manusia yang ditunjuk oleh ALLAH Swt sebagai khalifa dimuka bumi ini dapat menjaga  dan melestarikan alam ini salah satunya dengan menjaga kebersihan udara.Banyak langkah-langkah nyata yang harus kita lakukan demi meminimalisir dan mencegah dampak pencemaran udara yang akan mempengaruhi kehidupan kita.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan di atas dapat dirumuskan perumusan masalahnya yaitu apakah yang dimaksud pencemaran udara dan bentuk-bentuknya dan penyebab terjadinya pencemaran udara serta Bagaimanakah cara mengatasi pencemaran udara dan langkah-langkah meminimalisir pencemaran udara yang telah tejadi?.

1.3 Maksud danTujuan Penulisan
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Teknik Lingkungan di Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Tujuan :
(1).Mendeskripsikan apa sebenarnya pencemaran udara,zat-zat polusi udara serta penyebab-penyebab udara menjadi tercemar.
(2).Memberikan informasi tantang bagaimana cara mengatasi pencemaran udara.
1.4  Manfaat Penulisan

1.      Manfaat secara teoritis
       Secara teoritis, hasil penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan kajian ilmu pengetahuan, penambahan wawasan sereta sebagai salah satu perbendaharaan ilmu pengetahuan dalam pembelajaran Pengantar Teknik Lingkungan
2.      Manfaat secara Praktis.
       Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya yang ingin mengetahui cara mengatasi berbagai macam pencemaran udara dalam kajian Teknik Lingkungan serta sebagai bahan pertimbangan dan bahan acuan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga udara agar tidak tercemar.




 BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang komposisinya mengalami perubahan dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara yang terjadi karena kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia
2.2 Jenis-jenis pencemaran udara
            Jenis-jenis pencemaran udara terbagi atas empat yaitu :
·         Menurut bentuk : Gas, Pertikel
·         Menurut tempat : Ruangan (indoor), udara bebas (outdoor)
·         Gangguan kesehatan :  Iritansia, asfiksia, anetesia, toksis
·         Menurut asal : Primer, sekunder
2.2.1 Pencemaran udara menurut bentuk Zat pencemarannya
            Pencemaran udara menurut bentuk zat pencemarannya dibedakan menjadi dua yaitu pencemaran berbentuk gas dan pencemaran berbentuk partikel.
Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi :
·         Golongan belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO2), Hidrogen Sulfida (H2S) dan  Sulfat Aerosol.
·         Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Amoniak(NH3) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
·         Golongan Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO),  Hidrokarbon .
·         Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl Klorida, air raksa uap.
Pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi :
·         Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah.
·         Bahan organik terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, Benzen.
·         Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
2.2.2 Pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya dibedakan menjadi dua :
Pencemaran udara bebas (Out door air pollution), Sumber Pen-cemaran udara bebas :
·         Alamiah, berasal dari letusan gunung berapi, pembusukan, dll.
·         Kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, asap kendaraan, dll.
Pencemaran udara ruangan (In door air pollution), berupa pencemaran udara didalam ru-a-ngan yang berasal dari pemukiman, perkantoran ataupun gedung tinggi.
2.2.3 Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 3 jenis :
Irintasia. Biasanya polutan ini bersifat korosif. Merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai
dari hidung hingga tenggorokkan. Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Amoniak, debu. Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai paru-paru sendiri.
Asfiksia. Disebabkan oleh ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Keracunan gas Karbon Monoksida mengakibatkan CO akan mengikat hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin mengikat Oberkurang terjadilahAsfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen, Oksida, Metan, Gas Hidrogen dan Helium.

Anestesia.  Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter, aetilene, propane dan alkohol alifatis.

Toksis.  Titik tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu :
·         Menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah, mi-salnya benzene, fenol, toluen danxylene.
·         Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya  karbon disulfid, metil alkohol.

2.2.4 Pencemaran udara menurut asalnya  :
            Menurut asalnya pencemaran udara dapat dikelompokkan menjadi dua :
Pencemar primer. Polutan yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkanlazim disebut sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2hidrokarbon, SO, Nitrogen OksidaOzon serta berbagai partikel.
Pencemar Sekunder. Berbagai bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain menghasilkan jenis pencemar baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan. Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan cara bantuan katalisator, seperti sinar matahari. Pencemar hasil reaksi disebut sebagai pencemar sekunder. Contoh pencemar sekunder adalah Ozon, formal dehida, danPeroxy Acyl Nitrate (PAN).




2.3 Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1.
Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam

Contoh :
- abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
- gas-gas vulkanik
- debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
- bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik



2.
Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia

Contoh :
- hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor
- bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industrianorganik
- pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
- pembakaran sampah rumah tangga
- pembakaran hutan



2.4 Zat-zat Pencemaran Udara      
Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain:
Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC,  Timbal dan Karbondioksida.
      1. Karbon monoksida (CO)  
Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.
      2. Nitrogen dioksida (NO2)  
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
      3. Sulfur dioksida (SO2)  
Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik.
 
 

 4. Partikulat (asap atau jelaga)  
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal.
        Macam-macam partikel, yaitu :  
a. Aerosol
:
partikel yang terhambur dan melayang di udara/td>
b. Fog (kabut)
:
aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada di udara
c. Smoke (asap)
:
aerosol yang berupa campuran antara butir padat dan cair dan melayang berhamburan di udara
d. Dust (debu)
:
aerosol yang berupa butiran padat dan melayang-layang di udara 

5. Hidrokarbon (HC)  

Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.      

6. Chlorofluorocarbon (CFC)  
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.
7. Timbal (Pb)  
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
8. karbon dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.
2.5 DAMPAK/PENGARUH PENCEMARAN UDARA
Dampak/pengaruh pencemaran udara bisa mempengaruhi terhadap makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung
2.5.1 Dampak/pengaruh pencemaran udara dalam bentuk tabel
Tabel 1 Dampak pencemaran udara berupa gas
NO
BAHAN PENCEMAR
SUMBER
DAMPAK/AKIBAT PADA INDIVIDU/MASYARAKAT
1.


Sulfur Dioksida (SO2)


Batu bara atau bahan bakar minyak yang mengandung Sulfur.
Pembakaran limbah pertanah.
Proses dalam industri.
Menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak nafas.
  
  
2.
Hidrogen Sulfa (H2S)
Dari kawah gunung yang masih aktif.
Menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indera penciuman (nervus olfactory)
3.


Nitrogen Oksida (N2O)
Nitrogen Monoksida (NO)
Nitrogen Dioksida (NO2)
Berbagai jenis pembakaran.
Gas buang kendaran bermotor.
Peledak, pabrik pupuk.
Menggangu sistem pernapasan.
Melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran nafas sehingga paru mudah terserang infeksi.
4.

Amoniak (NH3)

Proses Industri

Menimbulkan bau yang tidak sedap/menyengat.
Menyebabkan sistem pernapasan, Bronchitis, merusak indera penciuman.
5.

Karbon Dioksida (CO2)Karbon Monoksida (CO)Hidrokarbon

Semua hasil pembakaran.Proses Industri
.
Menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.
Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.



Tabel 2 Dampak Pencemaran udara berupa partikel
NO
BAHAN PENCEMAR
SUMBER
DAMPAK/AKIBAT PADA INDIVIDU/MASYARAKAT
1.


Debu - partikel


Debu domestik maupun dari industri
Gas buang kendaraan bermotor
Peleburan timah hitamPabrik battere
Menimbulkan iritasi mukosa, Bronchitis, menimbulkan fibrosis paru.
Dampak yang di timbulkan amat membahayakan, karena dapat meracuni sistem pembentukan darah merah .
Menimbulkan gangguan pembentukan sel darah merahPada anak kecil menimbulkan penurunan kemampuan otakPada orang dewasa menimbulkan anemia dan gangguan tekanan darah tinggi.
2
Benzen
Kendaraan bermotor.Daerah industri.
Menimbulkan gangguan syaraf pusat.
3
Partikel polutan bersifat biologis berupa : Bakteri, jamur, virus, telur cacing.
Daerah yang kurang bersih lingkungannya
Pada pencemaran udara ruangan yang ber AC dijumpai beberapa jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit pernapasan.


2.5.2 Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan secara tidak langsung.
Pencemaran udara disamping berdampak langsung bagi kesehatan manusia/individu, juga berdampak tidak langsung bagi kesehatan. Efek SO2 terhadap vegetasi dikenal dapat menimbulkan pemucatan pada bagian antara tulang atau tepi daun. Emisi oleh Fluor (F), Sulfur Dioksida (SO2) dan Ozon (O3) mengakibatkan gangguan proses asimilasi pada tumbuhan. Pada tanaman sayuran yang terkena/mengandung pencemar Pb yang pada akhirnya me-miliki potensi bahaya kesehatan masyarakat apabila tanaman sa-yuran tersebut di konsumsi oleh manusia.

2.6 PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
Penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan dengan cara mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan dan mendispersikan polutan, Penang-gulangan pencemaran udara berbentuk gas di lihat pada tabel 1
2.6.1 Penanggulangan Polusi udara dari ruangan
Sumber dari pencemaran udara ruangan berasal dari asap rokok, pembakaran asap dapur, bahan baku ruangan, kendaraan bermotor dan lain-lain yang dibatasi oleh ruangan. Pencegahan pen-cemaran udara yang berasal dari ruangan bisa dipergunakan :
Ventilasi  yang sesuai, yaitu :
·         Usahakan polutan yang masuk ruangan seminimum mungkin.
·         Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber pencemaran.
·         Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang masuk ke-ruangan sesuai dengan kebutuhan.
Filtrasi.
Memasang filter dipergunakan dalam ruangan dimaksudkan untuk menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan.
Pembersihan udara secara elektronik.  
Udara yang mengan-dung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga udara dalam ruangan sudah berkurang polutan-nya atau disebut bebas  polutan.
Tabel 1 Penanggulangan pencemaran udara benbentuk gas
NO
BAHAN PENCEMAR
PENANGGULANGAN
KETERANGAN
1.
Sulfur Dioksida (SO2)
Hidrogen Suldfida (H2S)
Nitrogen Oksida (N2O)
Nitrogen Monoksida (NO)
Nitrogen Dioksida (NO2)
Amoniak (NH3)
Karbondioksidak (CO2)Karbon Monoksida (CO)Hidrokarbon
Absorbsi
Dalam proses adsorbsi dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan. Berbagai tipe adsorben yang dipergunakan antara lain karbon aktif dan silikat. Adsorben mempunyai daya kejenuhan sehingga selalu diperlukan pergantian, bersifat disposal (sekali pakai buang) atau dibersihkan kemudian dipakai kembali.


Pembakaran
Mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat didalam polutan. Hasil pembakaran berupa (CO2) dan (H2O). Alat pembakarannya adalah Burner dengan berbagai tipe dan temperaturnya adalah 1200o—1400o F


Reaksi Kimia
Banyak dipergunakan pada emisi golongan Nitrogen dan golongan Be-lerang. Biasanya cara kerja ini merupakan kombinasi dengan cara - cara lain, hanya dalam pembersihan polutan udara dengan reaksi kimia yang dominan. Membersihkan gas golongan nitrogen , caranya dengan diinjeksikan Amoniak (NH3) yang akan bereaksi kimia dengan Nox dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk menjernihkan golongan belerang dipergunakan Copper Oksid atau kapur dicampur arang.
2.Penanggulangan pencemaran udara berbentuk partikel
BAHAN PENCEMAR
Debu - partikelTimah hitam (Pb)BenzenPartikel polutan bersifat biologis berupa :Bakteri, jamur, virus, telur cacing.
PENANGGULANGAN
Membersihkan(Scrubbing)Menggunakan filterMempergunakan Kolektor MekanisProgram langit biruMenggalakkan penanaman Tumbuhan.
KETERANGAN
Mempergunakan cairan untuk memisahkan polutan, dalam keadaan alamiah (turun hujan) maka polutan partikel dapat turut dibawa bersama air hujan. Alat scrubbing ada berbagai jenis, yaitu berbentuk plat, masif, fibrous dan spray.
Dengan filtrasi dimaksudkan menangkap polutan partikel pada permukaan flter. Filter yang digunakan berukuran sekecil mungkin.
Dengan menggunakan tenaga gravitasi dan tenaga kinetis atau kombinasi untuk mengendapkan polutan partikel. Sebagai kolektor dipergunakan gaya sentripetal yang memakai silikon. Semakin besar partikel secepat mungkin proses pembersihan
Program langit biru yang dikumandangkan oleh pemerintah Indonesia adalah mengurangi pencemaran udara, khususnya dari akibat transportasi. Ada 3 tindakan yang dilakukan terhadap pencemaran udara akibat transportasi yaitu mengganti bahan bakar, mengubah mesin kendaraan, memasang alat-alat pembersih polutan pada kendaraan.
Mempertahankan “paru-paru” kota dengan memperluas pertamanan dan penanaman berbagai jenis tumbuh-tumbuhan sebagai penangkal pencemaran udara.



BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara yang terjadi saat ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya faktor alam dan faktor aktivitas manusia,terkhusus faktor aktivitas manusia diperlukan langkah-langkah yang efisien dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkannya.Beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasipencemaran udara diantaranya mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan dan mendispersikan polutan,tetapi yang terpenting adalah kita harus mempunyai rasa kepedulian terhadap seluruh komponen linkungan agar kita dapat memperoleh berbagai macam kebaikan darinya.
Saran
      Kepedulian terhadaplingkungan dan upaya penanggulangan pencemaran udara seharusnya kita terapkan dengan baik, mengingat udara adalah komponen yang sangat mempengaruhi kehidupan. Untuk itu sabaiknya kita harus meminimalisir polusi udara yang dihasilkan dari aktivitas kita sendiri baik aktivitas produksi maupun dalam berkendara. Saran saya kepada pembaca sebaiknya harus lebih selektif lagi dalam menggunakan alat-alat yang menghasilkan polutan sebaiknya kita memilih alat-alat yang tidak mencemari udara(ramah lingkungan) dan  yang terpenting adalah kita harus mempunyai rasa kepedulian terhadap seluruh komponen linkungan agar kita dapat memperoleh berbagai macam kebaikan darinya.



Daftar Pustaka

·         Fuad Amsyari.
·         Prinsip-prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan.
·         Fardiaz, S. 1992.
·         Polusi Air & Udara. Yogyakarta : Kanisius.
·         Ryadi, A.S.1982.
·         Pencemaran Udara. Penerbit Usaha Nasional Surabaya Indonesia.
·          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar